karya Ibnu HS
Tulisan Asli
Tepat di samping Masjid Al-Mu’min di kampungku, ada sebatang pohon Jambu Air yang tumbuh di sana melebihi usiaku dan teman-temanku. Mungkin juga melewati usia ibuku. Kalau Ayah, entahlah. Aku memang tidak pernah menanyakan.
Pohon itu berbuah seperti tak kenal musim. Bahkan jika pohon-pohon lain sudah tidak berbuah karena telah habis musimnya, buahnya tetap saja bisa kami nikmati meski tak bisa disebut rimbun. Tidak jarang setelah mengaji setiap ba’da Ashar kami berlama-lama di situ. Apalagi aku. Aku biasa berjam-jam duduk melamun di atasnya, kemudian menuliskan inspirasi yang kudapat menjadi sebuah cerita. Tanpa terasa matahari semakin rebah dan biasanya aku baru melompat turun dan terbirit-birit jika mendengar Ibu meneriaki aku untuk segera pulang ke rumah.
Tentang buahnya yang tak pernah putus itu kata Bang Ahmad guru mengaji kami, boleh jadi itu pertanda keikhlasan dari pemiliknya. Kai’ (1) Liham yang merawat pohon itu adalah orang yang selalu membagikan buah pohon Jambu Air itu kepada siapa saja yang menginginkannya secara cuma-cuma. Padahal jika ia mau menjual ke pasar tentu ada tambahan penghasilan untuknya selain dari menangkap ikan di sungai.
“Tidak usahlah. Pohon itu juga tumbuh sendiri dari sisa buah yang mungkin tidak sengaja dilemparkan,” jawabnya suatu ketika waktu ada seorang lelaki muda memberinya uang untuk beberapa buah jambu yang ranum. Istri lelaki itu rupanya sedamg mengidam jambu air, padahal musimnya sudah lewat.
Lelaki itu terus memaksa. Beberapa lembar 5 ribuan, jumlah yang besar untuk saat itu, diselipkannya juga ke kantong baju koko Kai’ Liham. Tapi yang diberi juga bersikeras menolak.
“Kalau ingin membayar, bayarlah pada pemiliknya!” serunya tegas sambil menyelipkan lembaran uang kembali ke genggaman tangan tamunya. Meski demikian mata dan bibirnya tersenyum lebar. Menampakkan sebaris geligi yang tak utuh lagi.
Lelaki itu kelihatan penasan. Telapak tangannya mengendur dalam genggaman Kai’ Liham.
“Kai’tahu?”
“Allah. Allah yang memiliki pohon itu. Bukan aku!”
Lelaki muda itu tertegun.
“Allah?”
“Bayarlah dengan kebaikan, Nang(2). Bahkan kebaikan itu pun kelak akan kembali lagi kepadamu!”
Tanpa diduga tiba-tiba saja lelaki itu membungkuk dan menciumi tangan Kai’ Liham. Begitu cepat kejadiannya. Ketika kepalanya terangkat matanya terlihat berkaca-kaca.
“Terima kasih, Kai’!” serunya berulang kali sebelum kemudian pergi disaksikan sepasang mata tua yang bercahaya.
"Begitulah. Cahaya iman dan dan ketulusan yang memancar dari mata Kai’ Liham telah menjadi sebab datangnya hidayah lelaki itu!” demikian cerita Bang Ahmad suatu ketika usai mengajari kami mengaji.
Sejak saat itu ingin sekali aku bertemu secara langsung dengan Kai’ Liham. Lelaki bersahaja yang juga rajin membersihkan halaman masjid dari daun-daun jambu yang berguguran. Tapi memang itu hanya sebatas keinginan. Beliau sudah meninggal sebelas tahun yang lalu. Seingat Ibu, waktu itu aku baru sekitar 3 tahunan. Terserang Malaria yang memang menjadi penyakit berbahaya di daerahku sampai hari ini.
Yang dapat kutemui saat ini adalah istrinya. Menempati rumah kecil beratap daun nipah di atas sebidang tanah di sebelah selatan masjid kami. Kami memanggil perempuan tua itu dengan sebutan Nenek Anis. Berasal dari kata Manis. Dipanggil demikian karena wajah yang keriput dan uban di sekujur kepalanya itu sama sekali tidak dapat menutupi sisa kecantikan di masa lalu.
Ia masih meneruskan kebiasaan suaminya membagikan buah jambu air itu secara cuma-cuma kepada siapa pun yang menginginkannya. Selain itu aku mengenalnya sebagai seorang perempuan tua yang rajin bekerja. Bayangkan, pagi-pagi ia sudah sibuk merawat sayuran di pekarangan. Memilih yang sudah pantas untuk dipanen dan menjualnya dengan pedagang yang lewat di depan rumahnya karena sudah beberapa tahun ini ia sudah tak mampu lagi ke pasar dan menjual secara langsung hasil kebunnya.
Setelah itu, seperti Alhmarhum suaminya, Nek Anis membersihkan daun-daun jambu yang berguguran di halaman masjid. Bukan sesuatu yang mudah untuk orang setua dirinya. Saat itulah seringkali aku, juga orang-orang lain di kampungku melihat ia seperti berbicara dengan daun-daun itu. Hanya saja kalau ada orang-orang yang mendekatinya, ia segera saja bungkam seolah tidak ada apa-apa antara ia dengan daun-daun jambu itu. Kata Ibu, mungkin ia kesepian sehingga bercakap-cakap dengan daun.
“Nek Anis itu memang pendatang di kampung kita. Dia ke sini ikut suaminya. Setelah suaminya meninggal ia tidak punya siapa-siapa lagi di tempat ini. Mungkin itulah sebabnya ia sering merasa kesepian,” tutur Ibu suatu hari sambil menyiapkan dua buah rantang berisi sayur dan lauk pauk untuk Nenek Anis.
Ibu memang sering menyuruhku mengantar rantang berisi sayur dan lauk pauk untuk perempuan baik hati itu meski berulangkali Nek Anis berpesan melalui aku agar Ibu tidak usah lagi mengiriminya makanan. Merepotkan saja, kataya. Tapi Ibu tetap saja menyuruhku mengantarkan sayur dan lauk pauk untuknya. Kata Ibu, kita semua bersaudara. Sepiring nasi untuk membantu orang lain tidak akan membuat kita menjadi miskin. Tapi jika tetangga kita kelaparan dan kita tidak peduli sekalipun kita rajin beribadah, kelak Baginda Nabi tidak akan mau mengakui kita sebagai umatnya.
Akhirnya Nek Anis mau menerima kiriman Ibu. Setiap hari sepulang sekolah aku mengirimkan rantang itu ke rumahnya. Biasanya aku tidak langsung pulang tapi menemaninya mengobrol di depan pintu rumahnya. Dia asyik mengunyah sirih, aku memamah jambu dan baru berpamitan pulang menjelang Ashar.
Bertahun-tahun lamanya pohon dan buah jambu air itu sekaligus menjadi jembatan pertemanan kami. Waktu yang lama untukku mengenali ada sesuatu perubahan yang terjadi dengan dirinya. Seminggu ini kulihat ia jarang berbicara. Kadang-kadang melamun dan seringkali terkejut kalau aku menanyakan sesuatu. Mulanya ia menyangkal. Lama-lama mau juga ia bercerita.
“Pohon jambu itu, Nang …!”
Aku melihat matanya berkaca-kaca ketika menatap kea rah pohon jambu tua.
“Kenapa, Nek?”
“Mereka akan menebangnya.”
Aku jelas menangkapnya sebagai sebuah kejutan meskipun kata-kata tadi diucapkan dengan suara yang lirih bergetar. Kedua bahunya yang sudah bungkuk semakin merunduk.
Dari mulutnya kemudian aku mendengar cerita. Lebih kurang seminggu yang lalu Pak H. Zarkasi dan beberapa pengurus masjid mengunjungi dirinya. Mereka mengatakan kalau H. Jali, orang paling kaya di kampung kami memiliki nazar merehab Masjid Al-Mu’min jika anak semata wayangnya bisa lepas dari ketergantungan obat-obatan terlarang. Ternyata harapannya dikabulkan Allah. Anaknya yang sekarang mondok di salah satu pesantren di Jawa Tengah, Alhamdulillah, kabarnya telah sembuh.
“Tidak cuma merebab, masjid kita ini katanya akan dibangun lebih megah lagi, lengkap dengan taman dan kolam ikan hias!”
Nenek Anis ikut senang mendengarnya. Tapi …
“Kami meminta kesediaan Pian(3) untuk menebang pohon jambu ini!” pungkas H. Zarkasi yang ditunjuk sebagai juru bicara. Katanya lagi, akar jambu air itu dikhawatirkan merusak keindahan taman yang akan dibangun.
Aku mengerti sekarang. Rupanya rencana menebang pohon jambu kami dalam rangka renovasi masjid tersebut membuat perempuan sebatang kara ini merasa sedih. Sejauh ini aku bisa merasa bersimpati dengannya. Sebatang pohon jambu itu mungkin mengingatkannya pada seseorang yang sangat dekat dengannya, Kai’ Liham yang baik hati. Akan tetapi aku tidak menyangka ia menyimpan sebuah alasan lain kenapa ia begitu sedih dengan rencana menebang pohon jambu itu.
“Kebaikan apalagi yang bisa aku lakukan kalau pohon itu sudah tidak ada lagi?”
Padaku Nenek Anis mengakui. Ia sering iri pada orang-orang yang bisa berbuat baik dengan hartanya. Atau dengan tenaganya, Atau dengan pengetahuannya.
“Sementara aku untuk membaca ayat suci saja terbata-bata. Tidak seperti kau yang lancar membacanya. Satu-satunya kebaikan yang bisa kupertahankan selama ini adalah pohon jambu itu. Buahnya bisa kuberikan kepada siapa saja yang menginginkan. Sementara dengan membersihkan daun-daunnya yang gugur di halaman masjid aku berharap itu pun menjadi sebuah kebaikan bagiku,” paparnya murung.
Sampai malam aku masih teringat ucapan Nenek Anis. Perempuan malang. Aku bisa membayangkan perasaannya jika renovasi itu jadi dilakukan dan pohon jambu itu ditebang. Perasaan sepi dan tidak berguna akan menghantui hari-hari tuanya.
“Jika selesai dipugar, mereka tentu tidak akan menyuruh orang tua yang sudah lapuk ini untuk mengurus kebersihan taman dan masjid. Ah, sia-sianya hidupku!” keluhnya sebelum aku pulang tadi. Dan aku cuma bisa memintanya untuk bersabar.
Malam yang terasa begitu panjang. Setelah Shalat Subuh aku mengayuh sepedaku ke rumah Bang Ahmad. Malu juga sebenarnya karena sejak khatam mengaji dulu aku tidak pernah lagi berkunjung ke rumahnya. Paling-paling aku bertemu di masjid sesaat usai shalat. Tapi saat ini kupikir dia adalah orang yang tepat kuajak berbincang tentang kondisi Nek Anis.
Beberapa saat lamanya ia terdiam mendengar ceritaku tentang Nek Anis.
“Nenek Anis itu orang yang baik dan sederhana. Sesederhana itu pula jalan fikirannya. Dia fikir pahala kebaikannya akan berakhir kalau pohon itu sudah tidak ada lagi. Padahal kebaikan yang selalu dipesankannya pada orang-orang yang datang meminta jambu itu akan selalu mengalir padanya!”
Kepadaku, Bang Ahmad berjanji akan membicarakan hal tersebut dengan pengurus masjid.
“Kita bersalah melupakannya dalam rencana renovasi masjid kita. Kalau perlu, konsep taman di halaman masjid itu difikirkan kembali sehingga tidak perlu sampai harus menebang pohon jambu itu!” tukasnya.
Ada perasaan bahagia yang mekar di dalam hatiku mendengar kata-kata Bang Ahmad. Tidak sabar rasanya menyampaikan kabar gembira ini pada Nek Anis. Siang itu dengan dua rantang di tangan aku kembali ke rumahnya. Tapi tak seperti biasa, dua kali ucapan salamku hanya disamput sepi.
Kuucapkan salam ketiga. Masih tak ada berjawab. Tanganku terulur membuka daun pintu yang ternyata tak terkunci. Aku ingat Bang Ahmad mengajarkan untuk pulang jika setelah tiga kali mengucap salam tak ada jawaban. Tapi jantungku yang tiba-tiba berdegup membuat aku memutuskan untuk terus masuk ke dalam. Dan …
Masya Allah … Di depan pintu kamar yang terbuka aku melihatnya meringkuk di atas tempat tidur. Menggigil hebat sampai tempat tidur dari kayu tanpa kasur itu ikut bergoyang kuat.
Secepat kilat aku berlari ke luar mencari pertolongan. Beberapa orang yang berdiri di depan rumahnya segera berlari mendengar teriakanku. Dalam sekejap rumah kecil itu dipenuhi tetangga kiri-kanan. Seorang anggota Koramil yang ikut masuk ke dalam rumah langsung membopong tubuh yang menggigil itu. Dengan menggunakan mobil ia langsung dilarikan ke rumah sakit di kecamatan.
Kata Dokter pada Bang Ahmad yang menjenguk, ia menderita malaria yang sudah sangat kronis. Panas badannya tinggi yang mungkin sudah mengganggu syarafnya menyebabkan ia sering mengigau kata-kata yang tidak jelas.
“Sesekali rintihannya terdengar jelas, tapi kami tidak bisa mengerti. Entah pesan atau semacam itu!”
“Apa itu, Dok?”
“Daun …!”
Tanah Kelahiran, 02 Agustus 2009
(1) Kakek (Banjar)
(2) Anang; Panggilan Untuk Anak Laki-Laki (Banjar)
(3) Sapaan Untuk Orang Yang Lebih Tua (Banjar)
Jumat, 07 Agustus 2009
Sebatang Jambu Di Samping Masjid
Rabu, 27 Mei 2009
Dodol Rumput Laut Kering
Akhirnye kesampaian juga buat postingan ini, terlebih temen yang tertarik buat bikim dodol ini gak sabaran.
Nah, sodara-sodara sebangsa dan setanah air, ini dia cara pembuatan dodol rumput laut ala zoehrie moehammad :)
Konsep dasar pembuatannya sama aja seperti pembuatan dodol pada umumnya:
Bahan:
1. Rumput laut siap olah; 1 kg basah
2. Gula pasir; 1 kg
3. Essence; boleh rasa apa saja; ± 2 sendok makan
Alat:
1. Wajan atau panci besar
2. Loyang besar
Cara Membuat:
1. Rumput laut basah tadi dimasak tanpa air dan diaduk terus sampai hancur, atau
agar proses hancurnya lebih cepat, rumput lautnya boleh diblender terlebih dahulu.
2. Setelah rumput lautnya benar-benar hancur--bisa dilihat sudah tidak ada potongan-
potongan rumput lautnya--masukkan gula pasir dan aduk terus sampai gula pasirnya
benar-benar menyatu dengan rumput laut tadi.
3. Selanjutnya, masukkan essence--seperti essence mangga--sebanyak 2 sendok makan
atau sesuai selera sampai membentuk adonan.
4. Masukkan adonan tersebut kedalam loyang dengan tinggi ± 0.5 inchi atau sesuai
selera.
5. Jemur adonan.
6. Setelah agak mengeras, potong-potong adonan sesuai selera.
7. Jemur kembali sampi benar-benar kering.
8. Simpan di tempat sejuk dan kering jika akan digunakan dalam waktu yang lama, jika
tidak, segera makan, atau tidak akan kebagian, hehe.
NB: saya memakai perbadingan rumput laut dan gula pasirnya 1:1, boleh 1:1,5 atau lebih, tergantung selera anda.
Berikut contoh hasilnya:
Minggu, 19 April 2009
Mengapa Orang Yahudi Pintar?
tulisan berikut kudapat dari blog tetangga, semoga bermanfaat
Mengapa Orang Yahudi Pintar?
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai tiba saat melahirkan.
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala (sekali lagi, tanpa kepala!) bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Merokok adalah tabu. Bila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).
Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa: Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.
Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Di akhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Dam mereka harus mempraktekannya.
Anda hanya akan lulus jika tim Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya. Entrpreneurship dan networking digelorakan.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.
Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”
note: Dr. Stephen Carr Leon, nama yang masih misteri di ranah maya. Namun tanpa melihat "siapa", setidaknya kita dapat mengambil "apa" di dalam tulisan ini. Wallahu a'lam.
sumber: Enthusiasm
Senin, 13 April 2009
Pemilu
Sudah empat hari pemilu terlaksana, namun telah meninggalkan cerita
ada cerita sedih buat caleg yang tak terpilih
ada cerita gembira buat yang terpilih
namun, ada cerita tragis juga
di beberapa daerah ada caleg yang meninggal dunia karena serangan jantung, akibat suara yang caleg tersebut dapatkan di tempat tinggalnya hanya belasan.
ada juga caleg yang meminta kembali barang yang sudah diberikan kepada masyarakat, karena caleg tersebut tidak mendapatkan suara yang signifikan di temapt tersebut.
dan tentu saja banyak cerita lain yang terkadang lucu, sedih bahkan duka.
itulah serba-serbi cerita pasca pemilu
selamat buat caleg yang terpilih
jangan sia-siakan masyarakat yang telah memilih anda
jadilah wakil rakyat yang merakyat dan mendengar suara rakyat
jangan menjadi pendengar rakyat ketika kampanye saja
wallahu'alam
Selasa, 07 April 2009
DAUN ULAR...... obat DBD paling ampuh.
Nah, apalagi tuh "daun ular"?
Mau tau??!!
Simak penjelasannya berikut:
DAUN ULAR...... obat DBD paling ampuh.
Oleh omri
Ini jelas iklan.. dan kalau sampai masuk ke blog ini, berarti sang redaktur mengizinkan. Masalahnya yang satu ini ndak ada dijual, tapi cukup gampang didapat, nyari sendiri dan murah. Jadi iklannya ndak mempromosikan produk obat dan ndak butuh POM untuk melegalisir.
Obat DBD, demam berdarah dengue yang paling top dan ampuh saat ini, dan perlu dimasyarakatkan adalah Daun ULAR, alias Daun UBI JALAR. Ambil pucuk daun ubi jalar sebanyak porsi ikatan sayuran, rebus dengan seliter air selama lebih dari 5 menit [godok 1 jam juga bisa]. Minum sebagai pengganti air minum, berarti sekitar seliter sehari. Ubi jalar ya Bung, bukan daun singkong. Ubi Jalar. Makanya saya pendekin jadi DAUN ULAR, bir pade inget, karena sudah beberapa teman jadi kekenyangan makan daun singkong.
Resep ini sudah saya coba beberapa kali. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Rumah sakit pada marah, kehilangan pasien. hehehe..
Beberapa teman juga saya sudah suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di "vonis" DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular kita, besoknya test lagi Trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. Ternyata waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.
Resep ini dari mana? Dari teman di Philippine, dan sedang populer sekali disana dan beberapa kali menjadi topik seminar kesehatan disana. Untuk lebih afdolnya anda googling saja " comote" atau "kamote", begitu bahasa sononya, supaya ndak merasa dikadali... Jangan googling nya "daun ular", yang keluar nanti gambar kobra ngantuk.. hehehe.
Selamat mencoba dan tolong diterusin ke tetangga dong. Ini murah meriah dan HEBAT. Effek sampingan mestinya nggak ada, karena daun ini biasa juga dibikin jadi sayur dikampung owe atau paling nggak dibikin menjadi makanan ternak...
Sumber: milis Dragon&Phoenix
Kentut....
Asli penjelasan ilmiahnya bikin pengen ketawa ampe terkentut
kentut..ha.. ha..
kentut sering dijauhi, kentut sering dihina, kentut sering dianggap anak haram karena kadang nggak diketahui siapa yang melahirkannya ke dunia ini, mari kita liat masa lalu kentut...kasian mereka...
Dari mana asal kentut ?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.
Apa komposisi kentut ?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan
kentut).
Kenapa kentut berbau busuk ? <== Pake nanya lagi
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.
Kenapa kentut menimbulkan bunyi ? <== Bikin ngakak, tapi baca deh penjelasan ilmiahnya di bawah.... Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas. (Dan diameter lubang anus anda, hi..hi....) <=== Gw bilang jg apa , jd kalo dah pada longgar tuh lubang anus..loe bayangin ndiri deh bunyinya ky apa? asli gw ngakak sendiri
Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara ? duh...gak kuat nih!!
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly = Sunyi Tapi Mematikan ).
Berapa banyak kentut diproduksi sehari ?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.
Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ?
Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke awasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbeit-belit. (Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung). <== Ada2 aja nih ye
Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan kehidung orang lain? <==== Gokiiiiiiiiiiiiiiil llllllllllLLLL ....hahhahahahah ahaha
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu,kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter' dengan 'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.
Apakah setiap orang kentut ?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa kentut. (Makanya gak usah malu kalo sering kentut)
Saat apa biasanya orang kentut ?
Pagi hari di toilet. yang disebut "morning thunder". Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.
Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, erbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).
Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).
Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?
Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang Diproduksi oleh bakteri lebih banyak.
Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor..Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.
Mungkinkah kentut terbakar ?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. (Kalo naik gunung, lupa bawa korek api tapi mau masak indomie, pakai aja kentut buat nyalain kompor)
Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ? <=== Ngaco!!
Jangan mengada-ada. .. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.
Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk ?
Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara gajah di rumah daripada anjing).
Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium bau kentut, sebaiknya dikurangin) <=== Trus kalo lagi pengen teler tp lagi bokek, nah... nikmatin deh kentut ndiri!!
Apakah warna kentut ? <=== Penting gak sih nih? Hehehe...
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.
Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?
Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).
Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur(belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.
Tapi bener-bener mengharukan,
Kadang ketika Anda menangis, tak seorang pun yang menyadari linangan air mata Anda.
Terkadang ketika Anda amat sedih, tak seorang pun yang melihat kepedihan hati Anda.
Ketika Anda bahagia, tak seorang pun yang memperhatikan senyum mengembang di bibir Anda.
Tapi, ketika Anda kentut .. semua orang menoleh ke diri Anda. Mengharukan nggak, sih ?? HAHAHAHAHAHAHAHAHAH AHA
sumber: milis Dragon&Phoenix
Jumat, 03 April 2009
Phenylpropanolamine
Baru saja dapat offline message dari teman mengenai komposisi obat flu yang katanya berbahaya bagi kesehatan.
Berikut offline message yang kuterima:
Phenylpropanolamine adlh obat influensa (decongestant) yg sejak 1 Mrt ini oleh Badan pngawasn obat & pangan Amerika (FDA) dtarik dr predarannya krn trbkti dpt mnybbkn STROKE di OTAK sbg dampak sampingnya Di Indonesia trdpt kira2 100 obat2an yg mngandung phenylpropanolamine & sring dpkai ol masy Obat2 itu a.l: Decolgen,Decolsin, Sinutab,Allerin, Bodrexin,Contac 500, Cosyr (trutama utk anak2), Flucyl,Fludane,Flugesic ,Inza,Komix, Mixaflu,Mixagrip, Nalgestan,Neozep forte Nodrof, Paratusin,Procold, Rhinopront,Rhinotussal,Sanaflu,Siladex, Stopcold, Triaminic drops (utk anak2), Tusalgin. Wass ( tlg sebar luaskan)
Aku juga awam mengenai hal di atas, mungkin ada rekan blogger yang faham mengenai komposisi obat tersebut dan kebenaran efek samping bahan obat itu.
Ada yang tahu???
Sabtu, 21 Maret 2009
Duh....syusahnya....
Hm...ternyata benar juga kata orang dulu:
Belajar Di waktu Kecil, Bagai Mengukir Di atas Batu
Belajar Saat Sudah Besar (tue kali ye :P), Bagai Mengukir Di Atas Air
Terus.......
Begitulah yang terjadi padaku
Aku, sudah 3 minggu ini belajar tahsin Al-Qur'an di Lembaga Tahsin Eltaisir
Hasilnya...walah...walah....
Awalnya aku mengira akan mudah belajar tahsin, karena sebelumnya bacaanku.Ternyata, pelafasan huruf aja banyak yang salah, jauh dari perkiraan.
Aku tidak sendirian belajar, ada juga Dian, Eka, Dwija dan Pandi yang juga kebetulan juga ikut tahsin diwaktu yang sama denganku.
Seru juga, walau terkadang banyak salah, tapi menyenangkan.
Kuikuti pembelajaran tahsin ini, karena kupikir, kedepannya akan berguna, setidak-tidaknya untuk diri sendiri dalam membaca Al-Qur'an yang ternyata banyak salah pelafasan, ya kalau bisa, mengajarkannya pula.
Kan, Allah menyukai orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.
Ya, walau bagaimanapun, InsyaAllah aku kan terus belajar dan belajar
Karena, kalo tidak sekarang, kapan lagi mau belajar.
Sekarang saja sudah susah payah begini, apalagi kalo nanti-nanti belajarnya, bisa-bisa bukan mengukir di atas air lagi, tapi mengukir di udara, sama sekali tak berbekas, heheh.
Do'akan ya, biar belajarnya lancar!
Wallahu'alam
Khatulistiwa, 21-03-09




